coingecko (thumbnail mini)
Lanjutkan di aplikasi
Lacak harga seara real-time
coingecko (thumbnail mini)
Lanjutkan di aplikasi
Lacak harga seara real-time

Kalkulator Kerugian Sementara

Kalkulator ini mengestimasi kerugian tidak permanen saat Anda memberikan likuiditas. Cukup masukkan bobot aset dan perubahan persentase yang diharapkan untuk mengestimasi persentase kerugian yang tidak permanen. Ingat bahwa kalkulator ini tidak menyertakan biaya trading yang diperoleh, yang dapat membantu melindungi kerugian tidak permanen.

Kalkulator APY

Kalkulator ini menguraikan hasil persentase tahunan (APY) pada kerangka waktu yang berbeda untuk prinsip tertentu (dalam $) dan persentase APY untuk membantu mengestimasi penghasilan.

Informasi APY yang ditampilkan didasarkan pada perkiraan kalkulasi menggunakan harga pasar dan tingkat imbalan saat ini. Ini tidak memperhitungkan fluktuasi pasar, biaya transaksi, dan risiko kontrak pintar. Profitabilitas individu Anda mungkin berbeda.

Tanya jawab tentang Kerugian Tidak Permanen dan APY

Apa itu APY dalam kripto?

APY, singkatan dari annual percentage yield atau hasil persentase tahunan, mengukur nilai imbal hasil saat pengguna melakukan setoran dananya ke dalam protokol peminjaman dan farming hasil yang berbeda. APY mencakup efek bunga berbunga, yang dapat mengubah imbal hasil harian atau per jam yang rendah ke dalam jumlah yang besar seiring waktu. Karena APY mencerminkan imbal hasil investasi selama setahun, Anda hanya dapat mengharapkan untuk menerima nilai yang diiklankan jika dana Anda didepositkan selama batas periode waktu tersebut. Imbal hasil juga bisa beragam pada waktu tertentu karena banyak faktor seperti harga token dan insentif token lainnya.

Bagaimana APY dihitung dalam kripto?

Dalam kripto, APY biasanya dihitung secara berbeda bergantung pada seberapa sering hasilnya dicairkan. Misalnya, token rebase seperti Olympus, Wonderland, dan Klima memungkinkan depositor untuk menghasilkan imbalan setiap putaran, biasanya setiap 8 jam. Ini berarti bahwa token yang Anda depositkan akan secarea efektif menggulung 3 kali per hari, menyebabkan APY yang jauh lebih tinggi dibandingkan jika token Anda hanya digulung harian.

Dengan demikian, APY ini juga dapat berfluktuasi berdasarkan harga token dan jumlah total deposit. Sebagian protokol biasanya memberikan imbal hasil dalam bentuk token lainnya, di mana pengguna harus mengklaim secara manual, menjual token, dan menggulungnya ke deposit awal. Kemudian, APY yang ditunjukkan menjadi hasil yang dapat diharapkan diterima oleh depositor jika mereka secara manual menggulung berdasarkan secara harian atau mingguan.

Aturan jempol umum adalah bahwa semakin tinggi jumlah periode menggulung, semakin tinggi APY-nya. Terkadang, sebuah protokol dapat menampilkan APR, atau tingkat persentase tahunan, alih-alih APY. Perbedaan utamanya adalah bahwa APR dapat dianggap sebagai bunga sederhana, di mana dampak menggulung tidak disertakan. Kedua protokol ini bisa memiliki APR yang sama, tetapi APY dapat beragam, bergantung pada seberpaa sering token baru secara terus-menerus ditambahkan ke deposit awal Anda.

Apa perbedaan antara APR dan APY?

Meskipun keduanya mengacu pada imbal hasil yang bisa Anda dapatkan pada deposit Anda, APR tidak mempertimbangkan dampak penggulungan, sementara APY mempertimbangkan, itulah mengapa APY biasanya lebih tinggi dari APR untuk investasi apa pun. Di bawah ini adalah APR untuk farm pada Trader Joe, yang menyoroti keduanya di mana hasilknya memberikan likuiditas, juga imbal hasil bonus dari staking token LP dalam farm terkait.



Dengan mengasumsikan hasil Anda digulung setiap bulan, investor dapat menghasilkan bunga pada puncak bunga yang diperoleh dari bulan sebelumnya, menyebabkan hasil tambahan yang cukup signifikan dalam jangka panjang. Jika hasilnya diperoleh secara tahunan, maka APR dan APY seharusnya sama persis.

Bergantung pada jumlah likuiditas dan aktivitas perdagangan yang terkait dengan kumpulan likuiditas tertentu, deposit biasanya dapat mengharapkan imbal hasil yang besar, bahkan lebih jika mereka mereka lebih awal atau memiliki jumlah saham yang besar pada kumpulan likuditas itu. Namun, seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, kerugian tidak permanen adalah risiko penyedia likuiditas di mana pun, bahkan untuk farmer hasil yang paling canggih sekalipun.

Apa itu kerugian tidak permanen?

Kerugian tidak permanen terjadi saat penyedia likuiditas menerima jumlah aset yang berbeda pada penarikan, dibandingkan dengan saat mereka pertama menyetorkannya ke kumpulan likuiditas pada pembuat pasar otomatis (AMM) seperti Uniswap atau Sushiswap. Ini karena perubahan harga token, yang memengaruhi komposisi kumpulan likuiditas, yang menyebabkan Anda memiliki sedikit kurang lebih token tertentu. Misalnya, meskipun Anda melakunan deposit pada aset Anda dengan rasio 50:50 pada awal, tidak ada jaminan Anda akan menerima jumlah yang sama dari setiap aset di akhirnya. Ini dapat menyebabkan penyedia likuiditas menerima nilai aset yang lebih rendah dibandingkan jika mereka hanya memilih untuk menahan token di dompet mereka.

Bagaimana cara menghitung kerugian tidak permanen?

Sekarang Anda telah memahami bagaimana kerugian tidak permaneh terjadi, bagaimana cara menghitung secara pasti berapa banyak kerugian Anda dari menyediakan likuiditas? Jika harga aset di kumpulan berubah pada jumlah tertentu, total nilai deposit Anda akan terdampak, dan kita dapat menetapkan hasil ini pada grafik. Karena kita membahas tentang perubahan harga, tidak masalah apakah harga aset akan bergerak naik atau turun, karena Anda masih bisa lebih baik menahan aset tersebut.



Sumber: Alex Beckett

Bergantung pada jumlah likuiditas dan aktivitas perdagangan yang terkait dengan kumpulan likuiditas tertentu, depositor dapat menghasilkan imbal hasil positif jika biaya yang dihasilkan melebihi kerugian tidak permanen atau tidak sama sekali. Biaya-biaya yang dapat diharapkan diteirma oleh depositor ini biasanya direpresentasikan dalam bentuk persentase, jika tidak dikenal sebagai APY.